JAVANEWS.CO.ID

KREATIF, SANTUN DAN BERIMBANG

Sema Fatik IAIN Kendari Gelar Seminar Bela Negara

2 min read

Kendari – Javanews.co.id | Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melalui Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menggelar seminar bela Negara, di gedung auditorium IAIN Kendari, Sabtu (22/2).

Dalam kegiatan ini sebagai Pemateri adalah Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara, Ketua Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Sema Fatik, serta Pihak IAIN Kendari. Iptu Jamil sebagai Pemateri seminar bela negara mengatakan, semua mahasiswa adalah generasi dan ujung tombak dalam proses Bela Negara, demi mengawal utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami dari pihak kepolisian juga punya tanggungjawab yang lebih besar terhadap bangsa dan negara ini, sebab kami harus aktif dalam segala kegiatan termasuk kegiatan-kegiatan sosialisasi dan seminar seperti ini,” lanjut Jamil.

Kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bela negara, memang harus sering diadakan, sebab kegiatan bela negara sangat besar perannya untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi diri bagi setiap generasi demi keutuhan bangsa.

Sementara, pihaknya menegaskan bahwa Polda Sultra sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa terkait dengan bela negara, sebab secara tidak langsung mahasiswa telah memberikan kami panggung juga ruang untuk bertukar pikiran demi mempertahankan keutuhan bangsa.

Oleh karena itu, mengenai wawasan kebangsaan, dari jauh-jauh hari sebagai generasi muda telah dipersiapkan oleh para tokoh-tokoh perjuangan, para pejuang kemerdekaan NKRI dengan dibekali pemahaman 4 pilar berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal IKA. “Jikalau kita betul-betul memahami 4 pilar tersebut, maka kita sebagai generasi bisa tetap menjaga keutuhan Bangsa Indonesia,” tutup Jamil.

Ditempat yang sama, Ketua NU Sultra Drs KH Muslim M.Si mengatakan tentang dampak Media Sosial (Medsos) terhadap masyarakat. Selain memiliki dampak positif, Medsos juga memiliki dampak negative. misalnya penyebaran informasi hoax (berita bohong). Medsos saat ini sangat familiar di masyarakat apalagi di kalangan milenial.

“Informasi sangatlah mudah untuk diakses dan didapatkan dari seluruh belahan dunia. Akan tetapi perkembangan tekhnologi media ini tentu tidak seluruhnya bisa ditelan mentah-mentah. Perlu difilter untuk mengetahui informasi yang sebenar-benarnya, seperti ujaran kebencian dan terkadang saling mengkafirkan kerap tersebar melalui medsos,” ucapnya.

Muslim menambahkan, perlu peran semua pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Tidak terkecuali pemerintah dengan instansi yang dimilikinya, serta masyarakat, harus jeli menilai informasi yang berbahaya yakni informasi hoax atau berita bohong,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan IAIN mengatakan, bahwa kegiatan bela negara dalam rangka membentengi para kaum pelajar sejak milenial untuk tidak terpengaruh dengan adanya paham radikalisme.

“Dengan terlaksananya seminar ini, dapat membentuk karakter baru bagi mahasiswa yang mengikutinya dan mengetahui ancaman-ancaman yang mulai marak terjadi di Indonesia, serta mereka dapat mengatasi masalah ini dengan tepat,” harap Ketua Panitia

Masih ditempat yang sama, Ketua Sema Fatik, Buyung Muh Rantau menjelaskan, bahwa kegiatan senat mahasiswa yang diselenggarakan FTIK dengan tema Kesadaran bela negara dalam merawat kebhinekaan diera milenial. “Ini merupakan kegiatan perpanjangan dari kegiatan sumpah pemuda yang selalu ditingkatkan progresnya, dalam mengingatkan dan menekankan kepada kaum muda bahwa bela negara adalah bagian daripada jihad untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. Yang saat ini harus diregenerasikan oleh kaum milenial saat ini,” tekan ketua Sema Fatik. (Sultan) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *