JAVANEWS.CO.ID

KREATIF, SANTUN DAN BERIMBANG

Merajut UMKM Dari NTB Menuju Indonesia

4 min read

Bukan lautan hanya kolam susu..

Kail dan jala cukup menghidupimu..

Tiada badai tiada topan kau temui..

Ikan dan udang menghampiri dirimu..

Orang bilang tanah kita tanah surga..

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman..

Orang bilang tanah kita tanah surga..

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman­..

Penggalan lagu tersebut dipopulerkan oleh penyanyi lawas koesplus, yang menggambarkan betapa kayanya alam Indonesia. Indonesia dijuluki Jamrud khatulistiwa, karena negerinya yang kaya, kekayaan alamnya yang melimpah, hingga banyak pendatang dari berbagai Negara di belahan dunia berbondong-bondong datang ke Indonesia.

Saat ini Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0, dimana kecepatan dan ketepatan menjadi kunci utama untuk bisa memenangkan persaingan. Hal ini berlaku disegala sektor, terutama pada sektor bisnis yang digeluti oleh pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di tanah air.

Begitu juga, di era ini persaingan dapat mendatangkan ancaman, karena dengan mudahnya produk global masuk ke Indonesia melalui e-commerce asing. Apalagi, mayoritas produk-produk tersebut memiliki kemasan dan harga yang lebih menarik dari produk lokal. Seperti produk dari China yang menawarkan berbagai produk menarik dengan harga yang menggoda.

Menyikapi hal ini, UKM tidak perlu khawatir untuk bersaing dengan produk impor, karena pelaku UKM harus bisa menggali kreatifitas serta inovasi-inovasi baru, agar bisa menjadi pemenang dalam persaingan di era baru ini.

Selain memiliki peran penting dalam pemerataan ekonomi masyarakat, UMKM memiliki lokasi diberbagai tempat. Termasuk di daerah yang jauh dari jangkauan dan fasilitas.  

Keberadaan UMKM di Indonesia, memperkecil jurang pemisah antara yang miskin dengan yang kaya. Selain itu, masyarakat kecil tak perlu lagi berbondong-bondong pergi ke kota untuk memperoleh penghidupan yang layak.

Dedi Ruslan adalah salah satu pengusaha muda asal Sukabumi, yang ingin merajut UMKM untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dimulai dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, hingga merambah ke seluruh pelosok Indonesia. Tidak berlebihan jika Ekonomi Kerakyatan menjadi dasar dirinya tergerak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia.

Kedatangannya bersama Ketua Yayasan Dinar Mas Nusa Tenggara Barat (NTB), Prof Dr H Syachruddin AR Drs MS, untuk mendirikan Swalayan Warung Pro Rakyat di Mataram, di lanjutkan kunjungan ke pesantren yang berada di Lombok timur, untuk mensosialisasikan ekonomi kerakyatan UMK/UMKM yang melibatkan peran santri pada sektor pertanian dan peternakan di NTB.

Sosialisasi UMKM dilanjutkan pada masyarakat Lombok timur pada sektor perikanan, peternakan, pariwisata dan pertanian, guna mengejar target terciptanya desa pepaya di Lombok timur.

Pertemuannya dengan 60 orang pelaku usaha UMK/UMKM dan koperasi se NTB dari berbagai sektor, yakni sektor peternakan, pertanian, perikanan, kerajinan, restoran, bengkel dan lain-lain, mendorong Dedi untuk merencanakan dan menyelenggarakan bimbingan teknis ketahanan bagi lembaga koperasi dan UMKM, agar pelaku-pelaku UMKM bisa membuat terobosan serta dapat menciptakan inovasi-inovasi baru, sehingga bisa bersaing pada tingkat nasional maupun internasional.

“Bimtek bagi pelaku UMKM sangat diperlukan, ini juga dalam rangka perlindungan bagi pengusaha kecil di tengah derasnya arus persaingan global,” papar Dedi Ruslan.

Kekuatan daerah sebenarnya ada pada koperasi dan UMKM. Karenanya, Ia bersama team telah mempersiapkan untuk bekerjasama dengan Kemenkop dan UKM, yang nantinya setiap desa akan ada pelatihan UMKM.

Dalam kunjungannya tersebut di sosialisasikan juga lebel halal untuk seluruh produk ekonomi kerakyatan di NTB, dilanjutkan sosialisasi program ekonomi kerakyatan ke lapangan dengan mengunjungi peternakan di Lombok timur.

Tidak hanya di Lombok timur, Gili trawangan juga menjadi sasaran sosialisasi pariwisata dan UMK, karena disana banyak kerajinan tangan yang bernilai tinggi yang dapat mengangkat potensi daerah disekitarnya.

Sebelum Team turun kelapangan dilakukan Meeting internal, untuk program pembentukan 9000 swalayan Warung Pro Rakyat NTB, bersama Ketua Yayasan Dinar Mas NTB dan PT Pro Utama Jakarta, agar didapat ide-ide yang cemerlang, sehingga apa yang direncanakan mendapat hasil yang maksimal dan target tepat pada sasaran.

Jika gagasannya itu terwujud, maka persaingan global tidak menjadi  sesuatu yang dikhawatirkan. Tetapi justru menjadi peluang besar untuk kemajuan perekonomian masyarakat di daerah yang dikunjunginya.

Pada saat kunjungan lapangan ke desa buah pepaya dan survey sektor eko wisata Lombok, terlihat buah pepaya didaerah tersebut berbuah lebat dan subur, karena tanahnya mengandung unsur hara yang tinggi, sehingga tanaman yang ditanam diatasnya akan menghasilkan buah yang lebat dan manis.

Keinginan Dedi untuk menjadikan UMKM di Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri sangatlah kuat, apalagi didukung dengan potensi alam yang ada, sehingga tidak terlalu sulit untuk membuat suatu daerah menjadi lebih maju dan memiliki daya tarik tersendiri.

Kerjasama serta dukungan dari wakil media lokal Buser Bhayangkara dan Media NKRI POS pimpinan Ustad Muhammad Taqwa, memotivasi Dedi yang selama 20 tahun ini berkiprah pada bisnis manufaktur dan sukses mengembangkan usahanya diberbagai daerah di tanah air. Ia ingin menyumbangkan ilmu serta gagasannya agar kehidupan masyarakat Indonesia lebih sejahtera.

Kunjungan kebeberapa area yang sudah dijadwalkan bersama Prof Dr Syachruddin AR Drs MS dan Ir Syaefuddin S.PT MT dengan internal team dari Yayasan Dinar Mas NTB, memupuk kebersamaan dengan terus berjuang dan berkarya untuk Indonesia, mengharapkan ridho Allah.

Menyinggung soal kerja nyata yang dinanti rakyat, Dedi mengatakan bahwa pimpinan daerah harus mampu mengaplikasikan serta mengimplementasikan konsep-konsepnya dilapangan, bukan hanya dengan kata-kata saja, tapi juga dengan pembuktian. “Saya berikrar, akan menghibahkan sebagian harta kekayaan yang saya miliki, untuk sebuah gagasan yang saya cita-citakan ini, demi kemaslahatan umat dan juga akan membangun rumah Inspirasi Indonesia Bangkit,” tutur Dedi, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Forum Bela Negara (FBN) Cabang Bali. (man/Fah) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *