JAVANEWS.CO.ID

KREATIF, SANTUN DAN BERIMBANG

SMPN 01 Belik Lakukan Pencegahan Virus Corona ( Covid-19 )

3 min read

Pemalang – Javanews.co.id | Penyemprotan dengan sanitizer di setiap ruangan di SMPN  1 Belik di lakukan guna mencegah penularan wabah penyakit yang saat ini sedang  marak di seluruh dunia di antaranya di Indonesia, Senin (23/3).

Pihak sekolah  melakukan  tugas atas  petunjuk dari  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Mualip S.Pd melalui surat edaran ke seluruh sekolah, dari mulai tingkat SD/SMP, SMA/SMK di semua lini wajib melakukan pembelajaran di rumah.

Kepala Dinas Dindikbud menghimbau kepada seluruh jajaran pendidik, agar berupaya menutup akses pendidikan dalam melaksanakan belajar mengajar ke pada anak didik. “Alhamdulillah berkat kerja keras antar dewan guru, pelaksanaan ini dapat berjalan dengan baik, belajar melalui online .

Mualip menyampaikan ucapan terima kasih melalui kepala sekolah, ucapan selamat kepada seluruh Dewan guru, yang sudah berjuang melaksanakan tugas penting dalam suasana yang mencekam ini, dengan adanya wabah virus corona COVID 19 di wilayah Kabupaten Pemalang. Ia berharap semoga  kejadian ini akan segera berakhir.

Sejak tanggal 16 maret 2020 lalu, pihak sekolah memberikan tugas belajar ke semua siswa, agar belajar dirumahnya masing-masing, guna mengantisipasi  pencegahan terinfeksinya virus corona di antara siswa satu sama lain.

Maka untuk mengantisipasi tersebarnya virus corona, pihaknya mengadakan penyemprotan sanitasi di setiap ruangan, halaman, teras disekitar sekolah.

Penyemprotan ini di lakukan oleh petugas khusus, yang di awali oleh Kepala sekolah SMP N 1 Belik Teguh Herwaluyo S.Pd. Selanjutnya Teguh Herwaluyo S.Pd menyampaikan bahwa pelaksanaan ini merupakan prinsip, untuk menjaga jarak satu sama lain, agar terhindar dari terjangkitnya virus corona pada siswa-siswi di sekolah.

“Takutnya penyebaran virus corona akan lebih masif, dengan belajar di rumah semoga anak-anak dapat terhindar dari virus corona, yang konon bila bila sampai menular bisa menyebabkan kematian,” jelasnya.

Sekolah juga menyiapkan sanitizer guna penyemprotan di setiap ruangan, dengan tujuan pencegahan untuk membasmi virus corona di setiap sudut kelas serta ruangan guru di lingkungan SMPN 1 Belik. “Halaman, teras dan ruangan kelas, semua akan kami sterilkan  untuk persiapan siswa masuk sekolah agar lebih nyaman.

Adapun pelaksanaan penyemprotan untuk pembelian alat-alat  penyemprotan, di ambil dari anggaran dana  BOS, UKS, PMR, yang nantinya akan kami pertanggungjawabkan,” terangnya.

Dalam laporannya, para siswa merasa jenuh, di karenakan belajar dirumah dengan orang tua terasa membosankan. Untuk menghadapi pelaksanaan ujian, untuk kelas sembilan akan di lakukan berbasis komputer yang di persiapkan soal-soal di dalam aplikasi oleh para guru dalam komputer secara bersamaan mengerjakan soal ujian itu  sendiri.

Dari MGMP ada tiga soal yang akan di masukan ke aplikasi atau USBK pada saat ujian berbasis komputer, namun yang perlu diantisipasi adalah kendala pada PLN, jika listrik mati saat sedang mengerjakan soal.

Tapi hal ini sudah di persiapkan dengan pengadaan genzet, guna mengantisipasi pemadaman listrik, karena ini merupakan hal yang penting dan harus di maksimalkan.

“Kami berharap, semoga virus corona ini cepat berlalu, serta anak-anak bisa konsentrasi dalam belajar dan dapat melaksanakan ujian nasional dengan tenang,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa dirinya merasa kangen pada anak-anak, karena biasanya pada jam-jam segini, lagi ramai ramainya anak-anak bermain dihalaman sekolah, tapi dengan adanya wabah covid 19 ini, semua kegiatan sekolah terhenti.

“Alhamdulillah, semenjak diliburkan, pihak sekolah belum menerima  laporan kejadian anak yang sakit,

semua saya datangi pada jam-jam tertentu. Hal itu bisa memotivasi anak. Ada anak yang merasa seneng belajar di rumah, tapi ada juga yang mengatakan belajar di rumah gurunya lebih galak dari pada disekolah,” ungkapnya.

 Setiap orang tua menginginkan anaknya pinter, namun banyak yang di sesalkan oleh anak-anak terkait dengan kegiatan sehari-hari, sebab belajar di rumah tidak di berikan uang saku dari orang tua buat jajan. Dan perlu di ketahui pula walaupun semua siswa tidak di perkenankan untuk masuk sekolah, tapi dewan guru selalu aktif melaksanakan tugas di sekolah secara bergantian, guna mengantisipasi dan menunggu laporan dari anak-anak yang melakukan belajar di rumah. (Nurcholis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *