JAVANEWS.CO.ID

KREATIF, SANTUN DAN BERIMBANG

Pasien Positif Corona tercatat Di Dua Kabupaten, Warga Minta Dinkes Tegas

2 min read

Takalar (Sulsel) – Javanews.co.id | Pasien positif Covid-19 yang menghebohkan warga Takalar karena menolak untuk diisolasi dirumah sakit dan memilih kembali kerumahnya, ternyata tercatat juga sebagai pasien yang positif di Kabupaten Gowa.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Rahmawati, bahwa pasien yang sempat dirawat di RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar tersebut memiliki domisili asli kabupaten Gowa berdasarkan KTP dan Kartu Keluarga pasien.

“Sebenarnya pasien tersebut tercatat sebagai PDP Gowa, tepatnya berdomisili di Kecamatan Bontonompo Selatan, berbatasan langsung dengan Takalar. Pada umumnya  masyarakat kecamatan perbatasan, khususnya Kecamatan Bontonompo Selatan berobat di RSUD Takalar, karena jaraknya lebih dekat,” papar dr Rahma.

dr Rahma menjelaskan, meski pasien berdomisili di Kabupaten Gowa, namun pasien memilih untuk sementara waktu menginap dirumah keluarganya di Takalar, tepatnya di Kelurahan Salaka Kecamatan Pattalassang, sepulang dari Rumah Sakit Bhayangkara, dengan pertimbangan lebih dekat dari rumah sakit Takalar (RSUD Padjonga Dg Ngalle).

“Karena pasien sudah tercatat sebagai PDP positif di Kabupaten Gowa, maka pencatatan pasien sebagai pasien PDP Positif Takalar dihapus. Ini untuk menghindari terjadinya pencatatan ganda pasien positif Covid-19 dikabupaten Takalar dan kabupaten Gowa,” terang dr Rahma.

Karena saat ini pasien PDP Positif Kabupaten Gowa tersebut berada di Takalar, tim gugus Covid-19 kabupaten Takalar yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Polres dan Kodim Takalar menerapkan protokol penanganan pasien dengan cara isolasi mandiri bersama keluarganya.

“Saat ini Tim Covid Takalar (Dinkes-Polres-Kodim), berusaha menerapkan secara ketat protap penanganan Covid 19. Walaupun kondisi pasien saat ini baik, tapi tetap kami minta isolasi mandiri,” Pungkas Plt Kadis Kesehatan dr Rahma.

Sementara itu, warga Kabupaten Takalar yang tak mau disebutkan namanya meminta kepada Bupati melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, untuk tegas menangani covid-19 atau virus corona termasuk beredarnya berita adanya warga takalar yang terjangkit covid-19, padahal warga tersebut adalah warga Kabupaten Gowa sesuai identitasnya yaitu KTP dan KKnya.

Kami selaku warga Kabupaten Takalar merasa cemas dengan beredarnya berita adanya warga Takalar terjangkit covid-19 atau virus corona, padahal jelas-jelas warga tersebut adalah warga Kabupaten Gowa. “Kami meminta kepada Bupati, untuk lebih tegas menangani kasus corona ini melalui dinas kesehatan, karena ini adalah persoalan serius, jangan sampai masyarakat takalar cemas dengan adanya wabah ini,” ungkapnya. (Muhammad Rusli/Azis Kawang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *