JAVANEWS.CO.ID

KREATIF, SANTUN DAN BERIMBANG

PT Candra Asri Diduga Cemari Lingkungan

5 min read

Cilegon – Javanews.co.id | Warga disekitar pabrik kimia PT Chandra Asri Petrochemical di wilayah Gunungsugih Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon dan Kecamatan Anyar Kabupaten Serang, mengeluhkan dugaan terjadinya pencemaran lingkungan, dampak dari aktivitas gas flaring, melalui cerobong asap pembuangan limbah pabrik Candra Asri.

Padahal, Presiden Direktur Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra, dalam siaran persnya pada hari Selasa 25 Maret 2020 mengatakan, bahwa Ia turut prihatin pada warga yang terkena dampak Covid-19. Ia juga berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia dalam situasi seperti merebaknya Covid-19 ini.

Sumur Warga yang tercemar

Terjadinya flaring dari PT CAP bersamaan dengan turunnya hujan di wilayah Anyer dan Ciwandan pada siang hingga sore hari, Kamis kemarin. Asap flaring yang bercampur dengan air hujan terlihat berwarna hitam pekat. Warga mendapati kondisi air hujan yang turun di sekitar wilayah Anyer dan Ciwandan ternyata tidak jernih. Air hujan yang turun berwarna hitam dan mengotori wilayah pemukiman.

Tentang terjadinya pencemaran tersebut, banyak diungkapkan warga di media sosial maupun grup-grup whatsapp. Warga mengaku terganggu dengan adanya air berwarna hitam yang mengotori lingkungan, dan pemukiman sekitar Anyer dan Ciwandan.

Pada Jumat (1/5) pukul 10.00 pagi Wib, di Desa Anyar Kabupaten Serang, tampak beberapa ormas BPPKB Cabang Anyar, Laskar Merah Putih Cabang Anyer dan tokoh masyarakat, serta anggota DPRD dari Partai Demokrat dan Partai PAN mendatangi kantor desa, saat itu hadir pula perwakilan dari Candra Asri.

Riki Suhendra Anggota DPRD Kabupaten Serang Ketua Fraksi Partai Demokrat

Dalam beberapa jam, kantor Desa Anyar sudah dipenuhi oleh warga, beberapa ormas dan dewan dari Partai Demokrat wilayah Anyar Riki Suhendra. Saat itu Riki menyampaikan dengan tegas keprihatinannya atas keluhan masyarakat di wilayah anyar yang terkena aktivitas gas flaring milik Candra asri.

Menurut Kepala desa anyar Juheidihari ini akan merealisasi pertemuan tadi malam. Menurutnya klering asap cerobong yang menimbulkan asap hitam yang naik ke awan, saat hujan hitamnya terbawa ke bawah, hingga air yang ditumpahkan ke bumi berwarna hitam, sehingga masyarakat terkena dampaknya. Pada intinya, masyarakat akan meminta pertanggung jawaban kepada PT Candra Asri.

Sejak semalam, Kepala desa yang ditemui oleh beberapa ormas dan lembaga, serta tiga dewan yakni Riki Suhendra dari Demokrat, Bahrudin dari PAN dan Sujai dari Gerindra, akan melanjutkan agenda semalam pada hari ini, untuk membicarakan masalah teknis mengenai realisasi dampak dari pencemaran limbah tersebut.

Untuk Desa Anyar, jumlah warganya sebanyak 6000 orang, tapi yang di rilis oleh forum Rt/Rw hingga saat ini, Jum’at (1/5), kurang lebih di angka 1100 – 1700, yang akan di realisasikan oleh Wawan perwakilan dari tim Candra Asri.

Ikhwan Badrudin SE MAP Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Serang

Untuk kedepan, agar tidak terulang, Kepala Desa Anyar Juheidi menyatakan, bahwa pihak perusahaan Candra Asri, membuang Klering untuk gas keudara adalah sefty perusahaan. Hal itu dilakukan agar lingkungan disekitarnya aman. Asap yang tebal adalah dampak dari kegiatan Candra Asri yang membuat lingkup wilayah anyar menjadi hitam, ditambah dengan turunnya hujan.

Ikhwan Badrudin SE MAP sebagai Ketua Fraksi Dewan Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Serang menyampaikan, bahwa dengan kejadian polusi ini, hubungannya sangat lah erat dengan Covid 19. Sebab, masyarakat mempunyai keinginan kepada perusahaan, agar perusahaan dapat membantu masyarakat yang terkena dampak Covid 19 yang berkepanjangan, tapi disisi lain dampak polusi yang dikeluarkan dari cerobong pembuangan limbah Candra Asri sangat mengganggu warga sekitarnya.

“Dari hasil rapat pagi ini, pihak Candra asri akan memberikan bantuan secepatnya kepada warga, tapi hingga hari Minggu dan Senin ditunggu tidak ada kejelasan,” ujarnya.

Kepala Desa Rapat bersama Ormas, LSM beserta Anggota DPRD Kabupaten serang dan Stakeholder

Menurut warga Anyar, mereka akan menanyakan langsung kepada pihak Candra Asri bahkan akan turun demo besar-besaran bila tidak ada tanggapan dari pihak Candra Asri. Bahrudin Berharap pihak Manajemen Candra Asri harus betul-betul menyikapi permasalahan ini, agar tidak terjadi kemungkinan yang tidak diinginkan, masyarakat menginginkan tindakan cepat.

Badrudin juga menanyakan, sejauh mana amdal dari PT Candra Asri tersebut. Menurutnya, hal itu harus betul-betul dipelajari, jangan sampai pihak perusahaan hanya mensiasatinya saja. Terkait amdal dan polusi udara, untuk beberapa hari ini, Ia akan menunggu hasil rapat. Akan tetapi, untuk langkah-langkah kedepannya, banyak yang ingin ditanyakan kepada pihak perusahaan Candra Asri, karena masyarakat Anyar butuh pekerjaan, sementara di sisi lain, karyawan-karyawan yang bekerja disitu, kebanyakan bukan dari masyarakat Anyar. 

Riki Suhendra Anggota DPRD Kabupaten Serang sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Serang menyampaikan, bahwa tadi malam pihaknya sudah komunikasi dengan pihak Candra Asri, dan disepakati bahwa pihak Candra Asri akan langsung berkomunikasi dengan pimpinan pusat. Hari ini menjadi pertemuan yang kedua kalinya, terkait penyampaian pendataan Anyar yang terdampak  polusi dari Candra Asri.

Inti dari pertemuan ini, Riki Suhendra menegaskan, bahwa pagi ini DPRD dan aparatur desa, ormas dan lembaga serta tokoh masyarakat Anyar meminta agar Candra Asri bertanggung jawab dan memberikan bantuan sembako atau bantuan lainnya, tapi bila pihak Candra Asri tidak respek atau tidak merespon apa yang sudah disampaikan, kemungkinan masyarakat dan teman-teman juga akan turun kelapangan. Bahkan kedepannya, Riki Suhendra menekankan dan tidak mau tahu, Candra Asri harus melakukan konpensasi akibat dampak polusi yang ditimbulkannya.

Riki mengemukakan bahwa pihak Candra Asri harus mengantisipasi dengan cara memasang alat,  agar api yang keluar dari cerobong tidak terlalu besar. Ia menginginkan agar hal ini tidak terjadi lagi kedepannya.

Terkait pembuatan amdal Candra Asri, menurut Riki Ia tidak dilibatkan. Oleh karena itu, Riki akan mengecek dulu Amdal PT Candra Asri. Ia menegaskan, jika pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak Candra Asri, tetapi tidak dipedulikan, sebagai garda terdepan Ia akan demo ke perusahaan tersebut. Riki Suhendra akan menunggu sampai hari Senin, pihak PT Candra Asri melakukan action dan merealisasi janjinya ke masyarakat.

“Ini bukan main-main, saya akan menjadi garda terdepan untuk membela masyarakat. Kita turun kelapangan, kita akan demo PT Candra Asri, karena sudah sangat jelas dampak polusinya pada masyarakat. Dampaknya sangat jelas, air menjadi hitam dan berminyak, kendaraan-kendaran dan rumah-rumah menjadi hitam, disebabkan limbah yang dikeluarkan dari cerobong pembuangan PT Candra Asri,” tegasnya.

Wawan Mulyana selaku Community Relations Officer PT Chandra Asri Petrochemical menyampaikan, bahwa ini bukan tuntutan. “Kita balikan apa yang bisa dilakukan perusahaan buat masyarakat, ini aspirasi dari masyarakat yang akan disampaikan kepada pihak management PT Candra Asri Pusat. Selesai ini, diharapkan hasilnya seperti yang sudah kita komunikasikan, agar kedepannya bisa diselesaikan semaksimal mungkin,” terangnya. (Budi) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *