JAVANEWS.CO.ID

KREATIF, SANTUN DAN BERIMBANG

Terdaftar Sebagai Penerima BST, Anak Sekdes Panciro Gowa Keberatan Diberitakan oleh Media

2 min read

GOWA  – Javanews.co.id | Presiden mengambil kebijakan konkret untuk percepatan penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dengan memberikan jaring pengaman sosial berupa Bantuan Sosial Tunai (BST).

Salah satu program dalam jaring pengaman sosial tersebut adalah BST, sesuai dengan Kep Mensos No 54/HUK/2020 tentang Pelaksanaan Bantuan Sosial Sembako dan Bantuan Sosial Tunai dalam penanganan dampak Covid-19.

Namun pendataan dan penyaluran BST di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa menuai masalah. Pasalnya, salah satu warga diduga tidak layak sebagai penerima ikut terdata. Semula daftar penerima BST Desa Panciro terpajang di kantor desa, namun pada Senin (11/5) data daftar tersebut sudah tidak terlihat lagi terpajang.

Hal tersebut menjadikan salah satu media online memberitakannya, Senin (11/5), dengan judul “Hebat! Anak Oknum Sekdes Yang Juga Aparat Desa Dapat 600 Ribu di Desa Panciro”, hingga membuat oknum Sekdes Panciro bersama anak dan menantunya keberatan.

Oknum Sekdes Panciro, AR Dg R mendatangi Polres Gowa untuk melaporkan mengenai tulisan tersebut. Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan, langsung melakukan mediasi dengan pihak wartawan yang dimaksud, namun menemui jalan buntu, karena salah satu pihak keberatan dan tidak menerima.

Saat di beri hak jawab, R mengatakan bahwa dirinya merasa keberatan dan memiliki kemauan tersendiri tanpa menjelaskan kemauannya tersebut. Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua umum DPP Gowa-MO, Syafriadi Djaenaf mengatakan bahwa semua orang punya hak untuk melaporkan rasa keberatannya dan semua orang sama dimata hukum. Namun perlu diketahui, tidak semua laporan harus ditindak lanjuti.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, bahwa Ia sudah baca berulang-ulang kali berita tersebut, semuanya sudah sesuai dan tidak ada pelanggaran kode etik jurnalis didalamnya. “Mendengar keterangan wartawan yang mempublish berita tersebut, saya yakin keberatannya sangat tidak mendasar,” ucapnya.

Sekdes Panciro namanya adalah AR Dg R itu sudah benar, sambungnya, dan anaknya yang terdaftar sebagai penerima yaitu WW juga sudah benar, sesuai dengan data yang terpajang sebelumnya. Dimana kesalahannya ? “Makanya jangan mau didaftar, kalau tidak mau terpublikasi atau merasa tidak berhak atau masuk kategori mampu,” tegasnya.

Ia mengemukakan apabila mereka melaporkan keberatannya, berarti semua akan terbuka tabir gelap data penerima bantuan di Desa Panciro harus diserahkan ke pihak Polres Gowa dan harus juga dipublikasikan. “Saya akan perintahkan anggota Gowa-MO dan mitra media untuk mengecek satu persatu data tersebut ke masyarakat,” jelasnya, sambil tersenyum. (M Rusli/Syaripuddin)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *