JAVANEWS.CO.ID

KREATIF, SANTUN DAN BERIMBANG

Dedikasikan Pengalaman Bangun Tempat Kelahiran

8 min read

Dedi Ruslan ingin gerakan potensi milenial dengan memberikan pelatihan digitalisasi UMKM, dengan cara membangun website untuk memulai bisnis

Dedi Ruslan berikrar akan membangun Sukabumi dengan konsep yang nyata dan jelas. Ada banyak potensi yang bisa digali di Sukabumi, selain sumber daya alam dan sumber daya manusia, Sukabumi bisa menjadi daerah penyangga yang kuat dan hebat bagi Kota besar lainnya seperti Jakarta, Bogor dan Bandung. Apalagi Sukabumi telah dilalui infrastruktur berkelas nasional seperti KRL dan pembangunan jalan tol, juga rencana pembangunan bandara.

Semangat dan keinginan yang kuat itulah yang memotivasi Dedi Ruslan untuk terus berkarya. Ia berharap, pengalamannya selama puluhan tahun diperantauan, ingin didedikasikannya buat daerah kelahirannya.

Dedi lahir dan dibesarkan di Sukabumi, Ia menamatkan sekolah dasar sampai sekolah lanjutan atas di Sukabumi. Selepas SMA, Ia kuliah di Akademi Kimia Analis (AKA) Departemen Perindustrian Bogor. Usai kuliah, Ia mengawali karirnya dengan melamar pekerjaan sebagai Analis Kimia pada PT Dalmutu Petrokimia Pertamina pada 1994.

Karena kepiawaiannya didunia industri, karir Dedi semakin cemerlang. Berbagai kiat dan strategi Ia lakukan untuk memajukan dirinya dan perusahaan dimana Ia bekerja. Jenjang karirnya semakin meningkat saat Ia diangkat sebagai Direktur MAJ Bogor. Untuk meningkatkan kemampuan dirinya, pada 1997-2003, Dedi bekerja sebagai Supervisor QC pada PT UIC Tbk Salim Chemical Group.

Tidak sampai disitu, untuk mengasah insting bisnisnya didunia usaha, Ia mendaftarkan kuliah di Sekolah Tinggi Managemen Industri (DIV) Departemen Perindustrian dan Perdagangan Jakarta. Terbukanya kesempatan untuk melanjutkan jenjang pendidikan ketingkat yang lebih tinggi, memacu Dedi untuk terus menambah ilmunya, dengan menyelesaikan program Strata 1 di Universitas Krisna Dwipayana Teknik Industri (S1) Jakarta. Bekal keilmuan yang didapat dari bangku kuliah dan pengalaman kerja dibeberapa perusahaan besar itulah yang mengantarkan dirinya menjadi pengusaha muda yang sukses.

Di tahun 2005, awal mula Dedi mendirikan perusahaan dengan nama PT Dwitama Putera Indonesia, yang bergerak di bidang Engine Service & General Trading. Setahun kemudian,  pada 2006, Dedi memberanikan diri mengembangkan usahanya dengan mendirikan PT Otto Chemicals Indonesia Serang Banten, dengan produk merk OttoChem.

Khusus untuk produksi Cat merk OttoPaint untuk industrial & protective coating di produksi oleh PT Ottopaint Colours Indonesia. Ada juga merk kimia Otto Chem khusus untuk perawatan Specialty Maintenance Chemicals dan banyak lagi merk lainnya.

Ternyata usahanya terus berkembang pesat, di tahun 2007, Dedi membuat terobosan baru dengan mendirikan lagi perusahaan dengan nama PT Otto Chemicals Industry, beralamat di Kawasan Industri Elite di Taman Tekno BSD City Serpong Tangerang Selatan.

Kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan-perusahan besar di Indonesia, membuat perusahaannya semakin dikenal ditingkat nasional. Beberapa perusahaan yang pernah bekerjasama dengan perusahaannya adalah Kontrak kerja dengan PT Pindad, United Tractor, Toyota Motor, Honda Motor, Nissan, Krakatau steel, Krakatau Posco, Aqua, Pocari Sweat, Indah kiat, Indofod, BASF, Mayora, Adi karya,Wika, Adidas, Nike, GMP, Trakindo, Toto, Abbot, PT Pertamina, Medco, Adaro Indonesia dan lain-lain.

Karena usahanya semakin berkembang dan permintaan pasar semakin banyak, maka Ia mendirikan lagi perusahaan dengan nama PT Otto Chemicals Industry & PT Ottopaint Colours Indonesia, yang beralamat di Kawasan Komplek Industri Elite Kawasan Industri Taman Tekno BSD City Serpong Tangerang Selatan Banten.

Tantangan demi tantangan hidup Ia lalui dengan tegar, kecakapannya dalam mengolah situasi sulit menjadikan mentalnya semakin kuat. Tapi kehidupan tidaklah semudah yang dibayangkan, cobaan hidup silih berganti menerpanya. Dipuncak kesuksesannya, Allah mengingatkan Ia untuk mengingat kebesarannya.

Dedi diuji dengan datangnya musibah yang bertubi-tubi, dari mulai hartanya diambil paksa oleh penipu, perceraiannya dengan istri pertamanya, kehilangan istri keduanya setelah enam bulan dinikahinya, sampai satu persatu hartanya dilelang oleh Bank. Tapi semua dihadapinya dengan tenang dan penuh keikhlasan. Ia percaya ini adalah jalan Allah untuk menjadikan dirinya lebih baik lagi.

Dari pengalaman hidupnya yang penuh lika liku, Dedi terobsesi ingin kembali ke kampung halamannya untuk membangun daerahnya. Visi misinya ingin menjadikan Kabupaten Sukabumi menjadi yang terdepan, membuat Ia selalu berinovasi mencari solusi yang terbaik, agar perekonomian masyarakat didaerahnya semakin baik.

Membangun Ekonomi Kerakyatan

Kiatnya untuk membangun ekonomi kerakyatan adalah salah satu program yang diusungnya. Konsep ekonomi Pancasila atau ekonomi gotong royong, adalah salah satu upaya agar bisa melawan para rentenir yang sudah merajalela di Kabupaten Sukabumi saat ini. Pengembangan usaha di daerah, termasuk di Kabupaten Sukabumi tersendat, lantaran masih menjamur para rentenir yang justru menyulitkan para pelaku usaha kecil dan menengah.

Dedi mengemukakan, bila Ia dipercaya memimpin Kabupaten Sukabumi, konsep ekonomi Pancasila akan menjadi dasar dan pijakan pembuatan Peraturan daerah (Perda). Lalu, untuk mendongkrak pertumbuhan sektor UMKM, Ia merencanakan untuk bekerja sama dengan pusat-Kemenkop-UMKM melalui Asisten Deputi Perlindungan Usaha Kemenkop-UMKM, untuk mendapatkan bimbingan teknis ketahanan usaha UMKM.

Menurut Dedi, kekuatan daerah ada di Koperasi dan UMKM. Karena itu, timnya telah mempersiapkan dengan matang untuk bekerjasama dengan Kemenkop-UMKM. “Nanti di setiap desa harus ada pelatihan UMKM. Jika ini terwujud, maka persaingan global tidak menjadi sesuatu yang dikhawatirkan, melainkan menjadi peluang besar untuk kemajuan perekonomian masyarakat didaerah tersebut,” jelasnya.

Warung Pro Rakyat (WPR)

Selain mengusung Ekonomi Kerakyatan, Dedi juga akan mengembangkan Warung Pro Rakyat (WPR) di Kabupaten Sukabumi. Warung ini kelak akan dibangun dengan jumlah 10 warung di setiap desa dan kelurahan. Namanya warung, tetapi konsep sebenarnya adalah toko mini swalayan, yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok warga.

Pendirian WPR ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah pengangguran didaerah dan membuka lapangan kerja baru buat masyarakat. Program ini membutuhkan banyak tenaga kerja. “Nantinya karyawan yang bekerja di warung pro rakyat, akan direkrut dari warga lokal dimasing-masing desa dan kelurahan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Program WPR ini sejalan dengan program presiden Jokowi-Maruf Amin. Apalagi, tujuannya baik, yakni untuk mendukung tersedianya stabilitas harga barang kebutuhan rakyat di pasar dan jaminan produk halal.

Penataan Ekowisata

Pengembangan dan penataan ekowisata di Kabupaten Sukabumi juga menjadi prioritas utama. Menurutnya, masih banyak destinasi-destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi yang belum dikelola secara maksimal. Pasalnya, infrastuktur seperti jalan dan jembatan ke lokasi tersebut belum memadai. “Infrastuktur ini akan kita benahi. Jika sektor pariwisata bisa dimaksimalkan, akan berdampak pada sektor-sektor lainnya, seperti sektor UMKM dan perhotelan di Sukabumi,” katanya.

Konsep Kampung Kuring juga untuk seluruh hotel di Sukabumi akan terangkat, karena daerah ini akan dijadikan salah satu basis budaya Sunda yang harus ditingkatkan. ”Kita akan buat konsep wisata Kampung Kuring di seluruh hotel yang ada di Kabupaten Sukabumi, agar nuansa budayanya dapat terlihat. Apalagi di era global dan digitalisasi ini, benteng budaya kita adalah menghadirkan konsep kultur asli Sunda di berbagai sektor, salah satunya adalah hotel,” paparnya.

Dedi menambahkan, bahwa nantinya akan dihadirkan busana Pangsi bagi pegawai hotel dan restoran, serta disisipkan Jaipongan di setiap agenda penting hotel. “Jika ini kita lakukan, maka Kabupaten Sukabumi akan menjadi pelopor pemberdayaan budaya Sunda secara nyata,” tandasnya.

Sebagai Bakal Calon Bupati Sukabumi, Dedi Ruslan siap mendirikan rumah aspirasi di setiap desa. Ia memaparkan bahwa rumah aspirasi adalah sarana untuk mendekatkan diri dengan warga. Sehingga jika ada masyarakat yang melaporkan keluhan pelayanan Pemda dan lain-lain, bisa menyampaikannya langsung ke rumah aspirasi tersebut.

“Warga yang datang bisa bermacam-macam keluhan, mengenai pelayanan publik yang dipersulit, persoalan narkoba di lingkungan, atau masalah pribadi, seperti anak putus sekolah dan lain sebagainya. Hal itu akan kita carikan solusinya,” imbuh Dedi Ruslan.

Rumah aspirasi nantinya bukan hanya ada saat pilkada saja, namun setelah pilkada juga akan terus berlanjut, demi pelayanan profesional kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi secara menyeluruh. “Mari kita dukung bersama gerakan rumah aspirasi di setiap desa di Kabupaten Sukabumi, untuk tempat bertukar pikiran, menyampaikan usulan, laporan dan yang lainnya,” tuturnya.

Masyarakat Sukabumi mendambakan seorang pemimpin yang memiliki berbagai pengalaman, serta integritas dan niat yang kuat untuk memajukan tarap hidup mereka. Sosok pemimpin tersebut ada pada diri Dedi Ruslan, yakni Muda, energik, beriman dan berkarisma. Empat kata inilah yang pantas disematkan kepada dirinya, sebagai Bakal Calon Bupati Sukabumi 2020-2025.

Tekadnya membangun Sukabumi berawal dari hasil pengamatannya terhadap nasib masyarakat Sukabumi yang tergolong belum sejahtera. Padahal menurutnya, ada banyak potensi yang bisa digali untuk membangun  dan memajukan Kabupaten Sukabumi. Sebut saja, potensi di bidang pertanian, karena Sukabumi adalah daerah yang tergolong memiliki lahan pertanian yang subur.

Kesiapan Dedi maju sebagai Calon Bupati Sukabumi sudah diperhitungkan, bermodalkan pengalaman selama 20 tahun dalam menekuni industri manufaktur, Ia siap memimpin Sukabumi. Pengalaman inilah yang menurutnya bisa dikembangkan di Sukabumi dan dimaksimalkan secara nyata. ”Berbicara kerja nyata, berarti kita harus mampu mengaplikasikan serta mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajari di lapangan,” tegasnya.

Berdasarkan pengamatan media, selama 20 tahun, Dedi telah membuktikan kerja nyatanya membangun daerah lain. Maka wajar, jika Ia terpanggil untuk membangun kampung halamannya sendiri, yaitu Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, soal pemberdayaan SDA dan SDM, sangat mudah diberdayakan. Sebab semua potensi itu menurutnya tinggal dikemas dan dimaksimalkan dengan satu tujuan, yaitu agar Kabupaten Sukabumi tidak ketinggalan dibanding daerah lainnya. Itulah sebabnya, Dedi mendirikan sebuah yayasan bernama “Yayasan GDR Foundation Indonesia” yang bertujuan untuk memajukan kemaslahatan  umat.

Dibawah naungan yayasan tersebut, Dedi menjalankan misi membangun rumah Inspirasi bernama “Rumah Inspirasi Indonesia Bangkit”. Selain telah memiliki bekal pengalaman menjadi pengusaha sukses selama 20 tahun, Dedi juga telah mempersiapkan sejumlah program untuk memajukan Kabupaten Sukabumi.

Sejumlah program unggulan, yang akan direalisasikan adalah Program Masyarakat Sejahtera dan Ekonomi Berdikari. “Program yang akan kami berikan kepada masyarakat Sukabumi, masih banyak dan itu merupakan program inti untuk mensejahterakan masyarakat menengah ke bawah,” jelasnya.

Disamping itu, Dedi juga menawarkan program pembangunan rumah sejahtera dengan Dp 0%, pelayanan ambulan di setiap desa, pendidikan tuntas terjangkau dan berkualitas, juga memberikan kesejahteraan guru yakni Guru Sejahtera (GUS). Begitu juga dengan kesejahteraan para petani Sukabumi. Dedi telah membuat program mengenai pertanian, program yang digagasnya yaitu program mageti, yaitu bantuan saprodi pertanian.

Sebagai putra daerah, apabila kelak Ia terpilih menjadi Bupati Sukabumi, Ia memiliki niat yang tulus serta berkomitmen untuk mengalihkan gajinya demi kesejahteraan masyarakat, untuk pondok pesantren, panti asuhan dan kaum duafa.

Selain itu, dia juga berniat akan membantu pemberian modal bahan baku serta membuat program  pemasaran  UMKM, serta menciptakan wira usaha muda. “Satu lagi yang terpenting dalam program kami, adalah untuk menciptakan desa bersih, yakni membuat program pendampingan hukum untuk Pemerintah desa,” tuturnya.

Dedi bertekad mengembalikan kejayaan Sukabumi dalam hal penghasil beras bermutu. Program prioritasnya adalah, mengembangkan Padi Gogo asli buatan Sukabumi, Komoditi beras dari Sukabumi harus memiliki  brand sendiri, agar lebih dikenal luas secara nasional.

Salah satu varietas padi yang akan dikembangkan di Sukabumi adalah Padi Gogo Deru. Pengembangan produksi padi ini akan dikembangkan dengan program kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pihaknya akan berjuang keras melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk IPB dan Oisca, agar kabupaten Sukabumi menjadi barometer peningkatan hasil pertanian berupa padi. “Inilah yang menjadi cita-cita kami, yang tentunya dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat petani secara merata,” tandas Dedi.

Sebagai informasi, Oisca Training Center Sukabumi adalah salah satu Lembaga yang menggeluti  bidang pertanian secara organic asal Jepang, yang memiliki banyak cabang. Salah satu cabang pusat di Indonesia  berada di Kampung Cimenteng Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Menurut bapak tiga anak ini, banyak hal yang harus dibenahi jika Sukabumi ingin menjadi kawasan yang maju dan berkembang. Kemajuan adalah salah satu faktor penting supaya rakyat Sukabumi sejahtera.

“Sumber daya alam di Sukabumi sangat melimpah. Ada kekayaan mineral, seperti bahan besi, semen dan keramik. Ada perkebunan, hutan, ada juga potensi laut. Industri perikanan, pariwisata dan banyak potensi yang bisa dikembangkan lainnya,” papar Dedi.

Dedi mengatakan, Kabupaten Sukabumi perlu dipimpin oleh orang baik yang memiliki pengalaman di bidang ekonomi, serta memiliki jaringan yang luas di level nasional, bahkan internasional. “Insya Allah niat baik dan pengalaman di bidang ekonomi, menjadi modal saya untuk mengabdi kepada rakyat Sukabumi,” ujar pria yang sukses mengembangkan industri chemical dan pengembangan UMKM di berbagai daerah ini.

“Saya berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi pertanian dan perikanan, serta menggerakkan koperasi sebagai soko guru ekonomi bangsa,” terang Dedi yang dikenal sangat dekat dengan kalangan media, petinggi TNI/Polri, Aparatur hukum, Lembaga Institusi, kalangan Pemerintahan Pusat dan berbagai organisasi kemasyarakatan. Bahkan kedepan, dirinya bermaksud untuk menggerakkan potensi millenial dengan memberikan pelatihan digitalisasi UMKM, yakni bagaimana cara membangun website untuk memulai bisnis. (man/fah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *